Postingan

TERAPI AKHLAK ALA AL-GHAZALI

Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat - Bandung Jumat, 24 Agustus 2007 ALLAH SWT menetapkan manusia dengan kelebihan akal, ilmu, dan bentuk fisik. Manusia adalah makhluk paling utama di sisi Allah. Namun demikian, manusia masih memerlukan perlindungan Allah dari kejahatan setan. Apalagi kita, manusia yang minim ilmunya dan serba kekurangan, bahkan sering lalai. Sedangkan rasul pun tetap meminta perlindungan-Nya. Sebagai insan biasa, barang siapa yang menginginkan keamanan, ketentraman, serta disayangi dan dihormati oleh sesama, sudah semestinya ia harus mengusahakan dalam pergaulannya dengan baik. Sebenarnya, hidup manusia sangat bergantung kepada pergaulan tersebut yang dapat memberikan pengaruh besar atas dirinya, sebagai lambang akhlak mulia (akhlaq al-karimah). Sebaliknya, jika yang tertanam akhlak buruk (akhlaq madzmumah) tentulah "dampak buruk" bagi si pelakunya akan selalu datang menerjang. Dari sinilah kita perlu intropeksi diri (muh...

SEMANGAT KARTINI DAN POLITIK ETIS

Gambar
--> Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung Kamis, 21 April 2005 PADA akhir abad ke-19 telah terjadi perubahan politik di Negeri Belanda. Hal mana sangat mempengaruhi percaturan politik pemerintahan Belanda di negeri kita. "Politik Kolonial Liberal" telah ditanamkan dan diatur oleh Belanda sejak tahun 1870 --yang menekankan kesejahteraan orang pribumi sebagai suatu tanggung jawab moral dari pemerintah terhadap orang-orang Indonesia--berubah ke arah "Politik Kolonial Etis" yang menyatakan bahwa pemerintah memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi. P. Broschooft, seorang redaktur harian de Locomotif di Semarang memberi nama kepada politik baru tersebut dan menekankan sikap keadilan yang harus dimiliki orang Eropa terhadap orang-orang Jawa yang lebih lemah . Program itu dikenal juga dengan "politik bebas budi" yang terangkum dalam Trias Politika Deventer. Program ini meliputi, pertama, ...

MENELUSURI KEMBALI LAHIRNYA DASASILA BANDUNG

49 Tahun Lalu, Antipenjajahan Bergema di Bandung MENELUSURI KEMBALI LAHIRNYA DASASILA BANDUNG Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung Kamis, (Pahing) 15 April 2006 BERBICARA tentang Konferensi Asia Afrika (KAA) memang tidak bisa lepas dari situasi global dunia saat itu, di mana persaingan dan pertarungan antara dua negara adikuasa yang menamai dirinya sebagai Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat di pimpin oleh Amerika Serikat yang melibatkan Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Prancis, Belgia, dan negara-negara Eropa Barat lainnya, disebut sebagai kelompok Blok Demokrasi Merdeka. Pada sisi lain adalah Blok Timur dengan negara-negara komunis, seperti Republik Rakyat Cina, Polandia, Cekoslovakia, dan negara-negara Eropa Timur lainnya, yang disebut sebagai kelompok Blok Demokrasi Rakyat. Tetapi tidak lama kemudian Blok Timur terpecah-pecah yang menjadi negara komunis yang berdiri sendiri, dan negara komunis yang berkiblat kepada Rusia dan ...

SEKILAS SEPAK TERJANG RAFFLES

In Memoriam 222 Tahun Silam Kelahiran Raffles SEKILAS SEPAK TERJANG RAFFLES Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung Minggu, 06 Oktober 2003 SEPAK terjang Raffles di negeri kita (1811-1824) sungguh luar biasa sekali walau waktunya hanya sebentar. Dengan kejadian ini kita harus berpikir apa hikmah atas semua yang telah terjadi. Jika kita uraikan secara rinci tentang Raffles tentulah panjang sekali. Namun, sekadar mengingat catatan sejarah, kita akan kembali ke abad ke-19. Siapa yang tak kenal dengan Raffles atau Sir Thomas Stamford Raffles seorang ahli politik bangsa Inggris. Hari ini tanggal 6 Juli adalah tanggal kelahiran Raffles 222 tahun silam. Ia dilahirkan pada tanggal 6 Juli 1781 di atas sebuah kapal Ann di lepas pantai Jamaika, dengan kaptennya Benjamin Raffles yang sekaligus sebagai ayahnya sendiri. Kapal Ann yang memiliki berat 260 ton dan empat meriam. Raffles yang dikenal murah senyum ramah serta memerhatikan apa yang diucapka...

JANJI NABI, WAHYU, DAN ILHAM

Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung Rabu, 31 Oktober 2007 BERANGKAT dari keabadian Islam, tidak ada lagi kemungkinan diutusnya nabi lain yang akan menghapus syariat Islam. Proposisi Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir didukung oleh kenyataan bahwa sebelum Islam tidak ada gerakan religius yang bersifat global --memang ada penyiar-penyiar agama, tetapi di antara mereka tidak ada yang berhasil. Akan tetapi, keyakinan bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul Allah yang terakhir ini jelas sekali merupakan sebuah tanggung jawab yang berat terhadap orang-orang yang mengaku sebagai Muslim. Pengakuan ini lebih menitikberatkan kewajiban daripada keistimewaan seperti anggapan kaum Muslimin. Semua nabi diutus dengan membawa agama Islam, baik dari orang-orang terdahulu maupun dari orang-orang terakhir. Para nabi itu tugas utamanya haruslah lebih diperhatikan dalam hal memberikan pertolongan kepada semua umat manusia dan mengeluarkan mereka dari alam...

ANTARA SABAR DAN SYUKUR

Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung Jumat, (Wage) 29 Agustus 2008 SABAR adalah obat yang sangat manjur dan mendatangkan segala manfaat dan menolak segala madharat. Ia adalah salah satu sifat manusia yang beriman sebagai tanda manusia bertakwa. Barangsiapa menghiasi diri dengan sifat sabar maka ia akan mendapatkan ridha Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Adapun bersabar dalam hati adalah menahan diri dan tidak berkeluh kesah yang menurut para ulama dikarenakan hati goyah dalam menghadapi kesulitan. Ada juga yang berpendapat, gelisah dan mengeluh karena menginginkan penderitaan dan kesusahan itu cepat berakhir, serta tidak menyerahkan kepada Allah Ta’ala. Oleh karena itu, benteng agar seseorang bersabar adalah senantiasa mengingat bahwa kesusahan dan kesulitan itu datangnya dari Allah, dan telah menjadi ketentuan Allah SWT. Bersabar atau tidak, tidak mempengaruhi ketentuan Allah yang tertulis pada lauh al-mahfudz sehingga berkeluh kesah tidak bermanfaat sama...