Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

TERAPI AKHLAK ALA AL-GHAZALI

Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat - Bandung Jumat, 24 Agustus 2007 ALLAH SWT menetapkan manusia dengan kelebihan akal, ilmu, dan bentuk fisik. Manusia adalah makhluk paling utama di sisi Allah. Namun demikian, manusia masih memerlukan perlindungan Allah dari kejahatan setan. Apalagi kita, manusia yang minim ilmunya dan serba kekurangan, bahkan sering lalai. Sedangkan rasul pun tetap meminta perlindungan-Nya. Sebagai insan biasa, barang siapa yang menginginkan keamanan, ketentraman, serta disayangi dan dihormati oleh sesama, sudah semestinya ia harus mengusahakan dalam pergaulannya dengan baik. Sebenarnya, hidup manusia sangat bergantung kepada pergaulan tersebut yang dapat memberikan pengaruh besar atas dirinya, sebagai lambang akhlak mulia (akhlaq al-karimah). Sebaliknya, jika yang tertanam akhlak buruk (akhlaq madzmumah) tentulah "dampak buruk" bagi si pelakunya akan selalu datang menerjang. Dari sinilah kita perlu intropeksi diri (muh...

JANJI NABI, WAHYU, DAN ILHAM

Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung Rabu, 31 Oktober 2007 BERANGKAT dari keabadian Islam, tidak ada lagi kemungkinan diutusnya nabi lain yang akan menghapus syariat Islam. Proposisi Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir didukung oleh kenyataan bahwa sebelum Islam tidak ada gerakan religius yang bersifat global --memang ada penyiar-penyiar agama, tetapi di antara mereka tidak ada yang berhasil. Akan tetapi, keyakinan bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul Allah yang terakhir ini jelas sekali merupakan sebuah tanggung jawab yang berat terhadap orang-orang yang mengaku sebagai Muslim. Pengakuan ini lebih menitikberatkan kewajiban daripada keistimewaan seperti anggapan kaum Muslimin. Semua nabi diutus dengan membawa agama Islam, baik dari orang-orang terdahulu maupun dari orang-orang terakhir. Para nabi itu tugas utamanya haruslah lebih diperhatikan dalam hal memberikan pertolongan kepada semua umat manusia dan mengeluarkan mereka dari alam...

ANTARA SABAR DAN SYUKUR

Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung Jumat, (Wage) 29 Agustus 2008 SABAR adalah obat yang sangat manjur dan mendatangkan segala manfaat dan menolak segala madharat. Ia adalah salah satu sifat manusia yang beriman sebagai tanda manusia bertakwa. Barangsiapa menghiasi diri dengan sifat sabar maka ia akan mendapatkan ridha Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Adapun bersabar dalam hati adalah menahan diri dan tidak berkeluh kesah yang menurut para ulama dikarenakan hati goyah dalam menghadapi kesulitan. Ada juga yang berpendapat, gelisah dan mengeluh karena menginginkan penderitaan dan kesusahan itu cepat berakhir, serta tidak menyerahkan kepada Allah Ta’ala. Oleh karena itu, benteng agar seseorang bersabar adalah senantiasa mengingat bahwa kesusahan dan kesulitan itu datangnya dari Allah, dan telah menjadi ketentuan Allah SWT. Bersabar atau tidak, tidak mempengaruhi ketentuan Allah yang tertulis pada lauh al-mahfudz sehingga berkeluh kesah tidak bermanfaat sama...

SABAR DAN TAWAKAL KUNCI KEBERHASILAN

Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung Jumat, 10 Maret 2006 "HAI orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (Ali 'Imran [3]: 200). SALAH satu ciri akhlak mulia (akhlaqul karimah) dari seorang Muslim yang selalu menghiasi dirinya adalah sifat sabar dan tawakal. Keduanya sangat dianjurkan sekali dalam ajaran Islam, sebagaimana perintah-perintah Allah yang telah termaktub di dalam kitab suci Alquran dan hadis-hadis Rasulullah saw. Kesabaran sangatlah membutuhkan waktu cukup panjang dan tidak cukup dengan satu kali cobaan, sehingga kesabaran itu benar-benar teruji dan terbukti. Maka, dengan panjangnya waktu tersebut tidak akan merasa berkeluh kesah dan berburuk sangka baik terhadap sesama maupun terhadap Allah. Di sinilah pentingnya tawakal atau beserah diri dengan apa yang telah kita lalui dan yakini berada dalam aturan-Ny...

"VALENTINE'S DAY" VERSUS AJARAN ISLAM

Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung Kamis, 12 Februari 2004 VALENTINE'S day atau hari kasih sayang adalah sebuah tradisi bagi kaum muda-mudi yang biasa diperingati setiap tanggal 14 Februari di berbagai negara. Realitasnya, hari ini bukan hanya diperingati remaja dan ABG (Anak Baru Gede) saja, tapi mereka yang sudah berkeluarga pun ikut memeriahkannya dengan berbagai cara serta keunikan tersendiri dalam mengungkapkan sebuah arti kasih sayang. Dengan berlabelkan cinta, Valentine's Days (baca VD) kian membudaya di Indonesia. Entah sejak kapan asal muasal VD datang dan dimeriahkan di negeri ini, yang jelas VD adalah sebuah prodak Eropa beberapa abad lalu yang kemudian diikuti oleh sebagian rakyat Indonesia. Banyak versi yang menerangkan asal muasal VD. Versi pertama, VD adalah sebuah tanggal untuk mengenang tokoh Kristen bernama Santa Valentine yang tewas sebagai martir. Ia dihukum mati dengan cara dipukuli dan dipenggal kepalanya pada tanggal 14 Februari ...

KASIH SAYANG DALAM ISLAM

Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat (PR) Bandung Jumat, 11 Februari 2005 "Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal." (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13). AJARAN Islam tentang kasih sayang telah lama di kumandangkannya dengan sempurna dan indah. Namun, kebanyakan dari manusia tidak menyadari apa arti sesungguhnya dari kasih sayang itu sendiri, sehingga dapat terhenti dan menyimpang dari aturan-aturan yang telah di firmankan oleh Allah SWT dan sabda-sabda Rasul-Nya. Sebagaimana syair yang mengatakan, " mawaddatuhu taduumu likulli haulin, wa hal kullun mawaddatuhu taduumu ", kasih sayangnya (manusia) selalu kekal untuk segala hal yang menakutkan, dan apakah setiap orang itu...

BELAJAR DARI IBNU KHALDUN

Oleh MAR SUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat (PR) Bandung Kamis, 10 November 2005 JIKA kita berbicara tentang seorang cendekiawan yang satu ini, memang cukup unik dan mengagumkan. Sebenarnya, dialah yang patut dikatakan sebagai pendiri ilmu sosial. Ia lahir dan wafat di saat bulan suci Ramadan. Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan yang kemudian masyhur dengan sebutan Ibnu Khaldun. Pemikiran-pemikirannya yang cemerlang mampu memberikan pengaruh besar bagi cendekiawan-cendekiawan Barat dan Timur, baik Muslim maupun non-Muslim. Dalam perjalanan hidupnya, Ibnu Khaldun dipenuhi dengan berbagai peristiwa, pengembaraan, dan perubahan dengan sejumlah tugas besar serta jabatan politis, ilmiah dan peradilan. Perlawatannya antara Maghrib dan Andalusia, kemudian antara Maghrib dan negara-negara Timur memberikan hikmah yang cukup besar. Ia adalah keturunan dari sahabat Rasulullah saw. bernama Wail bin Hujr dari kabilah...

ALHAMBRA, BUKTI KEJAYAAN ISLAM DI SPANYOL

Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO Harian Umum Pikiran Rakyat (PR) Bandung Jumat, (Wage) 10 Oktober 2003 ANDA pasti m e ngena l salah satu banguna n monumental dengan histori yang cukup panjang, yakni Istana Alh ambra. Alhambra dalam bah asa Arabnya hamra' bentuk jamak dari kata ahmar yang berarti "mera h". Karena bangunannya banyak dihiasi dengan ubin-ubin, bata-bata berwarna merah, serta penghias dinding yang agak kemerah-merahan dengan keramik yang bernuansa seni Islami, di samping marmer-marmer yang putih dan indah. Ada pula yang berpendapat bahwa Alhambra dinamakan demikian karena diambil dari seorang pendirinya yakni Al-Ahmar. Hingga saat ini bangunan bernilai tinggi akan seni arsitektur ini memperlihatkan peradaban tinggi orang-orang Islam tempo dulu. Istana ini berada di bukit La Sabi ca, masih tetap berdiri sebagai bukti kejayaan Islam di Granada Spanyol. Istana Alhambra didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau bangsa Moor (Mor...